Anakku sering temper tantrum, apa yang harus saya lakukan?

February 25, 2019
Berfaedah.com Temper tantrum atau sering disebut tantrum adalah luapan emosi yang berlebihan yang ditunjukkan oleh anak karena adanya kekecewaan, biasanya karena keinginan dan maksud anak tidak dimengerti oleh orangtua, bisa diluapkan dalam bentuk tangisan keras, teriak-teriak, memukul, mencubit, dan juga melempar-lempar barang. Tantrum ini sering dialami oleh toddler, diusia ini anak sudah bisa merangkak, berdiri, dan berjalan. Normalnya tantrum ini akan berlangsung selama 30 detik sampai 2 menit.

Untuk menghadapi keadaan seperti ini orangtua terutama ibu harus mempunyai strategi untuk mengatasinya, karena jika tidak diatasi akan menimbulkan bahaya bagi diri anak sendiri dan juga orangtua dan jika orangtua berhasil mengatasinya akan mengajarkan pada anak bagaimana cara yang benar dalam mengatasi emosi yang muncul pada dirinya dan dapat mencegah terjadinya tantrum secara menetap.



Banyak orangtua yang salah dalam mengatasi tantrum pada anaknya. Menurut penelitian banyak orangtua yang memilih menuruti kemauan anak saat sang anak tantrum, ada juga yang memilih untuk memberikan hukuman pada anak, memilih memberi nasihat dengan ancaman-ancaman, dan ada juga yang memberi janji tanpa ditepati. Cara-cara instan ini diambil kebanyakan karena alasan orangtua malu dan bingung terutama jika anak tantrum di tempat umum. Jika solusi yang diambil salah atau terlambat akan memberikan dampak yang kurang baik untuk perkembangan anak karena anak akan gagal untuk memahami bagaimana seharusnya dia mengatasi emosi wajar yang muncul dalam dirinya, sang anak bisa jadi menjadi sangat berlebihan saat bereaksi terhadap rasa yang wajar, seperti marah, kesal, sebal, dan kecewa yang saat dewasa nanti emosi-emosi itu akan sering muncul dan jika dari kecil gagal untuk mengatasinya semakin bertambahnya usia akan semakin sulit untuk diperbaiki.

Hal-hal yang harus diperhatikan dan dipahami oleh orangtua saat memiliki anak usia toddler adalah yang pertama saat sebelum terjadi tantrum, pada saat ini orangtua harus dapat memahami stimulus-stimulus apa yang membuat tantrum pada anak itu muncul. Biasanya tantrum muncul saat di keramaian. Saat dikeramaian anak mudah bosan, terganggu, dan tidak nyaman sehingga tantrum dapat muncul. Untuk mengatasi hal ini orangtua dapat memperpendek waktu dan mempercepat pergi dari keramaian jika sedang membawa si kecil. Selain itu tantrum juga dapat muncul saat si kecil sedang lapar, jadi usahakan memberikan makan dalam waktu yang teratur. Jangan sampai anak merasa lapar dan dapat memicu timbulnya tantrum.Baca juga 
(TERNYATA: Inilah Manfaat Minum Madu Sebelum Tidur Malam)

Kedua yang harus dipahami oleh orangtua adalah pada saat anak tantrum. Sikap yang paling baik diambil saat itu adalah dengan membiarkannya, membiarkan anak sampai tenang dan ibu juga menenangkan diri serta menahan diri untuk tidak memarahi, menasehati, membentak-bentak, merayu-rayu, dan menghukum. jika tantrum terjadi di tempat umum orangtua dapat memindahkan anak ke tempat yang aman dan membiarkan anak mengambil waktunya sendiri untuk menenangkan diri. Tetapi banyak ibu yang memilih membentak atau memberikan hukuman fisik dengan maksud agar tantrum segera selesai. Dalam beberapa kali waktu memang cara ini berhasil, tetapi jika diterapkan berulang efektivitasnya semakin lama akan semakin berkurang dan secara tidak sadar orangtua yang mengatasi tantrum dengan ini akan mengajarkan kepada anak cara bersikap yang salah terhadap emosi yang muncul. Ada juga orangtua yang memilih mengatasinya dengan menuruti apa yang anak inginkan. Jelas cara ini salah, mungkin memang pada awalnya dalam waktu sekejap tantrum pada anak selesai tetapi sekali lagi orangtua secara tidak sadar telah membuat anak berfikir jika ingin mendapatkan sesuatu dari orangtuanya dia harus bersikap demikian.

Yang terakhir yang harus diperhatikan adalah cara mengatasi saat tantrum sudah selesai. Hal yang wajib diberikan adalah pujian, perhatian, pemberian maaf, dan penerimaan (melupakan). Setelah anak tenang, orangtua harus segera mendatanginya, memeluknya, dan memujinya. Lebih cepat orangtua memuji setelah anak tenang akan semakin cepat anak merasa diperhatikan dan paham kalau orangtuanya tetap menyayanginya dan memuji perbuatan baiknya sehingga anak akan terus berusaha berperilaku baik dan mengurangi frekuensi tantrum nya. Sebaliknya jika setelah anak tenang orangtua langsung menasehati, membicarakan penyebab tantrum, dan membenarkan si anak, anak akan merasa orangtuanya belum faham apa yang dia inginkan dan akan memunculkan lagi emosi negatifnya.

Setelah kita mengetahui apa saja penyebab dan hal pokok apa yang harus dilakukan orangtua jika sang anak mengalami temper tantrum, kita dapat mempraktekkan sehingga akan mencegah seringnya tantrum pada anak dan juga mengajarkan pada anak cara menyikapi emosi wajar yang muncul dari dirinya.

Artikel Terkait

Previous
Next Post »