Penyebab Terjadinya Alergi Makanan Pada Tubuh

August 11, 2018

Alergi makanan terjadi karena tubuh tidak bisa menerima apa yang masuk. Alergi sebenarnya adalah bagian dari prose salami dari tubuh akan kehadiran ancaman. Di dalam tubuh ada system kekebalan yang itu bisa merespon dan melawan ancaman yang masuk. Akan tetapi, berkembangnya alergi terkadang system tersebut salah dalam menangkan protein dari makanan yang masuk. Saat hal tersebut terjadi, maka dianggap sebagai ancaman dan membuat kekebalan tubuh kemudian mengeluarkan acaman atau bahan kimia (hastamin). Nah, apabila hal ini terjadi maka orang itulah yang sedang mengalami alergi atau tanda dari kehadiran alergi. Banyak dampak yang bisa dihasilkan dari bahan makanan yang menyebabkan alergi. Berdasarkan tipenya, alergi makanan dapat dibedakan menjadi 2. Yakni non mediasi IgE  yang sangat sulit untuk dilakukana diagnosis. Sedangkan untuk mediasi IgE lebih umum untuk anda ketahui. Anda bisa melihat bagaimana kecenderungan anak-anak lebih mudah munculnya gejala alegi.


Melodi Blog - Berbicara mengenai alergi makanan, banyak orang yang menganggap ini tidak terlalu serius. Akan tetapi, terkadang keadaan alegi ini akibatnya bisa sangat mengancam kesehatan bahkan sampai berbahaya bagi nyawa. Hal ini bila terjadinya alegi secara berulang ulang. Reaksi alegi ini sendiri terjadi akibat adanya ketidaknormalan terhadap kekebalan system tubuh. Di mana tidak bisa dengan maksimal menanggapi zat dari makanan yang masuk. Kebanyakan zat berupa protein hewani menjadi faktor pemicu alergi. Beberapa diantara anda mungkin akan terganggu dengan jenis makanan, karena setelah mencobanya akan timbul rasa yang tidak nyaman. Mulai dari diare, kembung, gatal-gatal, kulit kemerahan dan lain sebagainya. Bahkan ada pula yang sampai pilek, asma sampai pingsan. Efek dari reaksi alegi sendiri sangatlah bermacam macam. 

Di dalam menanggapi adanya alergi makanan. Anda harus tahu terlebih dahulu faktor yang menyadi penyebabnya. Hal ini agar anda bisa menghidari untuk terjadinya alegi pada diri. Bukankah lebih baik kita mencegah alegi dari pada nanti harus mengobatinya? Mari bersama kita melihat beberapa penyebab alergi makanan.

·         Usia

Setiap makanan bisa memberikan dampak alergi yang berbeda seuai dengan usianya. Mulai dari anak-anak sampai dengan orang dewasa bisa mengalami alergi makanan yang berbeda-beda. Bayi misalnya, bisa sekali terkena alergi dari makanan berupa konsumsi susu sapi. Di mana alergi yang diberikan bisa terus meningkat sesuai dengan umur yang dimilikinya. Selain itu, ketika sudah tumbuh kembang, bayi juga bisa mengalami alergi makanan seperti teluar dan berbagai jenis lainnya. Secara umum, telur menjadi penyebab utama alergi pada bayi yang paling banyak. Beda dengan orang dewasa yang lebih banyak terjadi alergi dikarenakan oleh makanan seperti ikan.

·         Jenis kelamin

Berdasarkan beberapa penelitian yang pernah dilakukan mayoritas wanita lebih sering mengalami yang namanya alergi makanan. Hampir 60 % orang yang alergi merupakan kaum perempuan sedangkan 40 % adalah laki-laki. Kenapa bisa demikian? Penyebab utamanya karena laki-laki lebih sering melakukan aktivitas dibandingkan dengan perempuan. Hal ini membuat system metabolism pada tubuhnya bekerja dengan cepat.

·         Pola makan

Berdasarkan survey dan penelitian, di amerika 20 % keluarga selalu mengatur pola dan menu makanan setiap harinya. Hal ini dikarenakan ada salah satu keluarganya yang terkena alergi pada makanan tertentu. Kenyataan inilah yang membuat pola makan menjadi pemicu dari kehadiran alergi makanan. Di masyarakat seluruh dunia, ditemukan bahwa protein hewani adalah zat yang paling banyak menyebabkan alergi. Zat ini terkandung di dalam ikan, telur, daging bahkan susu.

·         Makanan Ketika Bayi

Tahukah anda. ketika bayi mendapatkan ASI eksklusif dari ibunya, tidak akan memiliki resiko alergi makanan? Hal inilah yang seharusnya dipahami oleh orang tua. Sehingga anak tidak akan mengalami alergi. Pemberian makanan non-ASI pada bayi bisa memicu perkembangan usus yang cepat. Sehingga protein yang asing masuk dan mudah terkena alergi makanan. Kandungan ASI berupa abti inflasi serta antibody bisa membuat imunitas tubuh menjadi lebih kuat.

·         Genetik (Bawaan)

Alergi makana bisa pula terjadi dikarenakan terdapat riwayat alergi pada keluarnya. Jadi, orang tua, kakek dan nenek bisa menurunkan gejala alergi ini pada anak atau cucunya dikemudian hari. Akan tetapi, alergi yang disebabkan oleh faktor gen ini sangat minim. Resiko terkena alergi dari keturunan hanya terjadi pada anak kisaran 17-40 % saja.

Demikian tadi beberapa faktor yang menjadi penyebab terjadinya alergi makanan. Apa yang telah diberikan kepada anda ini seharunya menjadi pengetahuan bagi anda. Sehingga anda bisa mengatur kesehatan tubuh sejak usia dini. Sehingga pada waktu ke depan nanti bisa terhindar dari terjadinya alergi terhadap makanan. Melakukan pencegahan pada diri sendiri dan yang paling penting ialah lingkungan di sekitar anda yakni keluarga.

Artikel Terkait

Previous
Next Post »