Royal Golden Eagle Bantu Petani Binaan Wujudkan Hidup Lebih Sejahtera

October 17, 2019

Sumber: pexels.com
Bisnis harus bisa memberi manfaat bagi masyarakat sekitar. Prinsip tersebut selalu menjadi pegangan Sukanto Tanoto sekaligus menjadi dasar bagi setiap unit bisnis yang berada di bawah naungan Royal Golden Eagle, tidak terkecuali APRIL Group. Sebagai unit bisnis RGE, secara konsisten APRIL Group terus menjalankan program pertanggungjawaban sosial. Pembinaan rutin diselenggarakan dan pendampingan terus dilakukan demi membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.

Salah satu unit bisnis APRIL Grup, yakni PT RAPP memiliki sebuah program unggulan untuk membantu mengentaskan kemiskinan, khususnya untuk masyarakat yang tinggal di sekitar area operasi anak usaha Royal Golden Eagle tersebut. Program unggulan tersebut bernama One Village One Commodity (OVOC). Sebuah program yang berfokus pada potensi daerah dengan mengacu pada pengembangan satu komoditas unggulan. 

Membina Masyarakat Kembangkan Komoditas Unggulan

Program One Village One Commodity (OVOC) pertama kali diterapkan di Desa Penyengat. 
 Pemilihan Desa Penyengat sebagai desa binaan tidak lepas dari lokasinya yang berdekatan dengan area operasi PT RAPP dan kondisi perekonomiannya yang pada saat itu terbilang butuh perhatian.
Sebelum salah satu anak usaha Royal Golden Eagle ini menjalankan program One Village One Commodity (OVOC), kondisi perekonomian masyarakat di Desa Penyengat terbilang cukup memprihatinkan. Banyak masyarakatnya yang menggantungkan hidup dari sektor pertanian. Namun karena keterbatasan pengetahuan dan peralatan, banyak petani Desa Penyengat yang hanya bisa menghasilkan Rp 300 ribu – Rp 500 ribu setiap bulannya.

Rendahnya penghasilan petani Desa Penyengat juga tidak lepas dari jenis tanaman yang ditanam. Pada saat itu, rata-rata petani menanam tanaman holtikultura. Padahal, tanaman tersebut terbilang memiliki nilai jual yang cukup rendah.

Demi membantu meningkatkan kesejahteraan petani Desa Penyengat, PT RAPP menyarankan para petani untuk menanam nanas ratu. Dibandingkan dengan tanaman holtikultura, nanas ratu memiliki harga jual yang lebih tinggi. Selain itu nanas jenis ini juga cocok dengan kondisi tanah di Desa Penyengat.

Pelatihan pertanian yang modern diberikan oleh PT RAPP. Tidak hanya itu, anak usaha Royal Golden Eagle tersebut juga memberi bantuan berupa bibit, pupuk dan pestisida kepada petani binaannya. Budi daya nanas yang dikenalkan PT RAPP pun akhirnya membuahkan hasil. Sebanyak 96.000 buah nanas sukses diproduksi. Bahkan tidak sedikit petani Desa Penyengat yang bisa memperoleh penghasilan hingga Rp 10 juta tiap bulannya.

Desa Penyengat bukanlah satu-satunya desa yang sudah menikmati manisnya program One Village One Commodity (OVOC). Selain Desa Penyengat, Desa Mungkal juga sudah mulai merasakan hasil serupa.

Mendapat Penghargaan Kategori Silver
Kesuksesan One Village One Commodity (OVOC) dalam membantu meningkatkan kesejahteraan petani mendapatkan apresiasi tinggi dari Corporate Forum for Community Development (CFCD). Sebagai bentuk apresiasi, penghargaan kategori silver diberikan kepada PT RAPP dalam sebuah acara bertajuk ISDA (Indonesian Sustainability Development Goals Award) yang diselenggarakan di hotel Bidakara Jakarta pada 9 April 2019 lalu.

Selain meraih penghargaan silver, PT RAPP turut memboyong penghargaan kategori gold. Penghargaan tersebut diberikan atas usaha salah satu unit bisnis Royal Golden Eagle ini dalam mewujudkan kesetaraan pendidikan melalui program School Improvement. 

Komitmen Royal Golden Eagle dalam membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar akan selalu sama. Program One Village One Commodity (OVOC) sendiri akan terus dipertahankan bahkan dikembangkan. Setelah sukses dengan Desa Penyengat, jangkauan program ini semakin diperluas. Hingga saat ini, One Village One Commodity (OVOC) sudah berjalan di 4 kabupaten yang meliputi Kampar, Siak, Kep. Meranti dan Pelalawan.

Artikel Terkait

Previous
Next Post »