Siap-Siap Bayar Pajak Fantastis Jika Ingin Memiliki Mobil Listrik

January 18, 2019





Satu proyek yang terus dikembangkan oleh beberapa kampus otomotif Jakarta adalah mobil listrik. Setiap kampus berkompetisi untuk membuat mobil listrik terbaik sehingga bisa menjadi mobil nasional yang tidak lagi berbahan bakar bensin tapi listrik.


Hal tersebut memang terasa sulit untuk dicapai. Pasalnya, sudah ada beberapa perusahaan mobil listrik dari luar negeri yang memasarkan produk mereka di dalam negeri. Contohnya saja BWM dan Tesla. Akan tetapi, tetap saja masih ada celah. Ternyata, mobil listrik yang dibeli dari luar negeri pajaknya sangat tinggi.


Dengan tingginya pajak tersebut, diharapkan inovator tanah air di bidang teknologi otomotif semakin bersemangat. Hal ini disebabkan mereka merasa masih punya peluang untuk bisa membuat mobil listrik yang bisa dijual dengan harga yang lebih murah. Dengan demikian, mereka bisa menyaingi mobil listrik dari luar negeri yang walaupun sudah dirilis lebih dulu.


Berapa pajak yang harus Anda bayarkan jika membeli mobil listrik dari luar? Besaran pajak bisa berbeda-beda. Akan tetapi, untuk mobil listrik Tesla, pajak yang harus dibayarkan mencapai 116%.


Terdengar tidak mungkin tapi itu memang benar. Ada hitung-hitugannya. Pajak tersebut meliputi bea masuk, PPN, PPnBM, dan juga PPh. Dari beberapa jenis pajak tersebut, nilai yang paling tinggi adalah PPnBM yang mencapai 68,5 %. Pajak ini ditetapkan lantaran mobil listrik dianggap sebagai mobil yang mesinnya di atas 3.000 cc.


Meskipun demikan, tetap saja ada yang mau membeli mobil Tesla. Beberapa selebritis tanah air sudah memamerkan mobil Tesla miliknya. Contohnya saja Raditya Dika.


Namun, yang menjadi masalah itu bukan harganya yang mahal tapi infrastruktur yang belum siap. Belum ada tempat melakukan charge jika baterai mobil habis di tengah jalan. Belum lagi tidak tersedianya bengkel yang siap untuk memperbaiki kerusakan yang terjadi pada mobil listrik. Ini yang menjadi masalah besar.


Oleh sebab itu, kampus otomotif Jakarta tidak hanya perlu mengembangkan mobil listrik tapi juga mencari jalan bagaimana agar infrastruktur penunjang mobil listrik siap. Ini harus dikerjakan lintas sektor, tidak hanya akademisi dan pemerintah, tapi juga melibatkan sektor swasta.

Artikel Terkait

Previous
Next Post »