Apakah Pekerja Yang Mengundurkan Diri Akan Dapat Pesangon

Januari 13, 2018
Banyak para pekerja di Indonesia yang masih belum paham akan perhitungan pesangon yang akan didapatkan pada saat resign, atau keluar dari pekerjaannya karena mengundurkan diri. Pesangon yang diberikan kepada karyawan yang sudah tidak bekerja dalam perusahaan berbeda-beda tergantung dengan lama masa kerja karyawan terebut. Ketentuan dalam masalah perhitungan pesangon ada dan dapat dilihat di dalam Undang-undang tentang ketenagakerjaan nomor 13 tahun 2003 pasal 156 sampai dengan pasal 172 yang berbunyi “dalam hal terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK) pengusaha diwajibkan untuk membayar uang pesangon dan uang penghargaan masa kerja dan uang penggantian hak yang seharusnya diterima”.
Dalam hal ini sangat jelas bahwa setiap karyawan yang berhenti bekerja misalnya di PHK baik secara sukarela maupun tidak sukarela akan mendapatkan pesangon dan uang penghargaan masa kerja yang mana sesuai dengan lama karyawan itu bekerja dan juga mendapatkan segala hak yang telah wajib diberikan kepada karyawan dari perusahaan.


Uang pesangon merupakan uang dari perusahaan yang diberikan kepada karyawan yang diberhentikan atau di PHK. Uang pesangon yang diberikan tentunya juga sesuai dengan masa kerja yang dihabiskan karyawan tersebut dan dihitung sesuai dengan Undang-Undang yang berlaku di Indonesia yaitu pasal 156 ayat 2 tentang ketenagakerjaan. Uang penghargaan masa kerja adalah uang yang diberikan perusahaan kepada karyawan yang diberhentikan atau di PHK selain gaji, yakni uang sebagai tanda penghargaan apa yang telah karyawan itu kerjakan selama bekerja. Pada umumnya uang penghargaan akan diberikan jika karyawan tersebut bekerja selama  minimal 3 tahun.
Sedangkan uang pengganti hak merupakan uang sebagai pergantian hak yang diterima karyawan setelah di PHK .Hal ini telah diatur dalam Undang-Undang tentang ketenagakerjaan pasal 156 ayat 4. Uang pengganti hak dapat berupa cuti tahunan yang belum diambil  dan belum dinyatakan gugur, biaya transportasi karyawan serta keluarganya tempat bekerja, biaya ganti perumahan serta pengobatan dan perawatan yang mana ditetapkan sebesar 15 % dari uang pesangon atau uang penghargaan mas kerja yang tentunya harus memenuhi ketentuan dan syarat yang berlaku, serta hal-hal lain yang sudah ditentukan dalam perjanjian kontrak kerja antara karyawan dan perusahaan.
Lalu bagaimana jika karyawan yang berhenti secara sukarela atau mengundurkan diri? Apakah juga mendapatkan pesangon yang sama seperti karyawan yang diberhentikan karena di PHK? Jawabannya adalah tidak sama. Karyawan yang mengundurkan diri tidak memperoleh porsi yang sama dengan karyawan yang diberhentikan atau di PHK oleh perusahaan. Karyawan yang mengundurkan diri secara sukarela hanya berhak mendapatkan uang penggantian upah atau yang biasa kita sebut dengan UPH Dan tidak mendapatkan uang pesangon ataupun uang penghargaan masa kerja. Hal ini telah diatur sesuai dengan Undang-Undang tentang ketenagakerjaan pasal 162 ayat 1.Sedangkan untuk karyawan yang mana tugas dan fungsinya tidak terlibat secara langsung juga berhak mendapatkan uang pisah yang nilainya dan prosedur pembeliannya merupakan kewenangan berbagai pihak yang terlibat dalam perjanjian kerja. Hal ini sesuai dengan Undang-Undang tentang ketenagakerjaan pasal 162 ayat 2.
Untuk anda para karyawan yang di PHK atau mengundurkan diri, anda tidak perlu khawatir karena saat ini banyak yang menawarkan pinjaman yang mudah yang bisa anda gunakan untuk membuka usaha dan berwirausaha sendiri. Anda bisa mengaksesnya hanya di modalkita.com yang mana ini akan memberikan anda solusi yang tepat untuk anda yang sedang kehilangan pekerjaan. Selamat mencoba.

Artikel Terkait

Latest
Previous
Next Post »