Kisah Unik Doa Menyembelih Hewan Qurban oleh Sahabat Rasulullah SAW

September 02, 2017
Melodi Blog - Kita memang hidup di zaman yang jauh dari masa Rasulullah SAW. Namun, kesan yang timbul dari Al-qur’an dan Al-Hadits masih begitu kuat. Seakan-akan jarak tahunan itu tak ada hitungannya sama sekali. Kita bisa dengan mudah menyusuri setiap perjalanan hidup Rasulullah SAW lewat dua pusaka tersebut. Termasuk kisah unik doa menyembelih hewan qurban yang dialami oleh sahabat Rasulullah SAW.

Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim, ada seorang bernama Abu Burdah. Beliau hidup semasa Rasulullah SAW. Kejadian unik ini dialami ketika beliau menyembeliha hewan qurban sebelum datang waktu shalat Idul Adha. Saat itu beliau berkurban dengan kambing. Ketika beliau sudah senang hati, tapi kemudian ditegur oleh Rasulullah karena ada satu kejanggalan.


Dari Al-Bara’ bin ‘Azib r.a, beliau berkata: “Abu Burdah (pamanku) pernah menyembelih qurbannya sebelum berdiri shalat Ied. Rasulullah SAW pun menegurnya, ‘Kambing yang engkau sembelih itu cuma kambing biasa yang bisa dimanfaatkan dagingnya (tidak memenuhi syarat kambing qurban).”

Abu Burdah menanggapi, ‘Wahai Rasulullah SAW, saya masih punya kambing jad’azah (kambing yang berusia 2 tahun)—yang layak untuk disembelih.’ Rasulullah merespons, ‘Ya sudah, berqurbanlah dengan itu, akan tetapi hal ini tidak diperbolehkan kecuali dirimu.’

Rasulullah melanjutkan, ‘Barang siapa yang menyembelih qurban sebelum shalat Ied Al-Adha, sungguh ia hanya menyembelih hewan qurban untuk dirinya sendiri. Ada pula penyembelihan dilakukan setelah shalat, maka ibada qurbannya telah mencapai kesempurnaan dan mengikuti pedoman kaum muslimin.”

Hadits tersebut memilik pesan penting untuk kita. Yang pertama, kita wajib mengikuti standar yang ditetapkan oleh Rasulullah SAW. Sebab, standar dari Rasulullah SAW sudah diberi izin oleh Allah SWT. Hanya beliau yang memiliki koneksi langsung dengan Allah SWT. Manusia terbaik sepanjang zaman. Berbeda dengan kita. Sehingga tak layak apabila berburuk sangka pada ketentuan-Nya.

Yang kedua, ketegasan hukum Islam dalam penjadwalan potong hewan qurban. Ketegasan di sini berfungsi mengikat kita menjadi kaum muslim yang ahlussunnah waljama’ah. Artinya, Islam baru bisa dikatakan Islam sejati kalau seluruh umat bersatu. Melakukan hal besar seperti penyembelihan hewan qurban di Idul Adha serentak berdasarkan jadwal yang telah ditetapkan dalam Al-qur’an dan Al-Hadits.

Ketika sebelum doa menyembelih hewan qurban, lebih baik tilik kembali sejarah. Bagaimana Rasulullah SAW menyembelih qurban. Bagaimana beliau memberi anjuran pada setiap sahabatnya mulai dari Hari Arafah hingga Hari Tasyrik. Semua telah terangkum dengan sempurna dalam Al-Hadits yang agung. Semoga kita selalu menjadi golongan dari Rasulullah dan para sahabat.

Artikel Terkait

Previous
Next Post »

1 komentar:

Write komentar